Pisang Goreng Kriuk: Jajanan Khas Murah Favorit Saya

Kalau lagi di Tanjungredeb, saya selalu nyari warung Bu Lurah di pinggir Jalan Sudirman. Tempatnya sederhana, tapi jajanan murahnya bikin nagih. Salah satu favorit saya adalah pisang goreng kriuk. Harganya nggak sampai lima ribu rupiah, tapi rasanya bangeet enak. Pisang goreng memang mudah ditemui di mana-mana, tapi versi Bu Lurah punya keunikan sendiri.
Rahasia Pisang Goreng Kriuk ala Warung Bu Lurah
Bu Lurah pakai pisang kepok yang matangnya pas. Nggak terlalu lembek, tapi manisnya juara. Pernah saya tanya kenapa pilih pisang kepok. Katanya, teksturnya padat saat digoreng, nggak mudah hancur, dan harganya terjangkau. Satu sisir pisang kepok ukuran sedang cuma delapan ribu rupiah, bisa diiris jadi dua puluh potong. Hitungannya, per potong cuma empat ratus rupiah.
Adonannya sederhana banget: tepung terigu, sedikit tepung beras, garam, dan air es. Nah, kuncinya ada di air esnya. Bu Lurah sengaja nyimpan air di kulkas semalaman. Setelah tepung dicampur, adonan diaduk sebntar, terus irisan pisang langsung dicelup dan digoreng di minyak panas yang banyak. Hasilnya, kulit pisang gorengnya renyah berpasir—kriuk di luar, lembut di dalam.
Saya biasa pesan lima potong dengan harga tiga ribu rupiah. Ditambah cabai rawit hijau dan sedikit gula putih taburan, rasanya makin klop. Jajanan ini bukan cuma murah, tapi juga mengenyangkan. Banyak pekerja bangunan dan supir angkot yang mampir di warung Bu Lurah sebelum magrib. Mereka bilang, cukup lima ribu rupiah dan segelas teh hangat, tenaga langsung balik lagi.
Selain pisang goreng, Bu Lurah juga jual singkong goreng dan ubi goreng, semuanya harganya antara tiga sampai lima ribu rupiah. Tapi pisang goreng tetap yang paling laris. Saya sendiri lebih suka versi kriuk ini daripada pisang goreng biasa yang lembek. Resepnya sederhana, bahannya murah, tapi hasilnya bikin nagih.
Jajanan khas murah seperti pisang goreng buatan Bu Lurah mengingatkan saya bahwa kenikmatan nggak harus mahal. Sore hari dengan pisang goreng kriuk dan obrolan ringan di warung tepi jalan—itulah kesederhanaan yang sering saya rindukan. Kalau Anda mampir ke Tanjungredeb, coba deh mampir ke warung Bu Lurah. Siapa tahu Anda juga jatuh hati pada sepiring pisang goreng kriuk seharga tiga ribu rupiah.